Wawasan Kebangsaan Bela Negara, dan Ideologi Pancasila

WAWASAN KEBANGSAAN

BELA NEGARA, DAN IDEOLOGI PANCASILA

 

RIWAYAT HIDUP :

NAMA LENGKAP: PROF. DR. H. TUKIRAN TANIREDJA, M.M.

TEMPAT TGL. LAHIR: WONOGIRI, 08 MEI 1954

PENDIDIKAN:

  1. SARJANA MUDA IKIP VETERAN   SEMARANG, LULUS 1984
  2. S1 UNIV. MUH. SURAKARTA LULUS 1986
  3. S2 UNSOED, LULUS 2000
  4. S3 UNIV. PEND. INDONESIA LULUS 2005

CUCU       : BARU 6

ISTRI       : 1 ORANG

ANAK       : 3 ORANG LAKI-LAKI SEMUA

ANAK I     : S3 DI PRANCIS

ANAK II    : DOSEN UMP

ANAK III   : DOSEN UNIKU JABAR

ALAMAT    : JL. TEGALMULYA III/10 LEDUG, KEMBARAN, BANYUMAS

GURU BESAR : 01 JUNI 2007

MOTTO  : SYUKUR DALAM NIKMAT, SABAR DALAM MUSIBAH

HP  : 08562966398

Buku karya yang telah terbit:

  1. Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah;
  2. Penelitian Tindakan Kelas untuk Pengembangan Profesi Guru;
  3. Pendidikan Kewarganegaraan Paradigma Terbaru untuk Mahasiswa;
  4. Model-model Pembelajaran Inovatif dan Efektif;
  5. 5. Penelitian Kuantitative Sebuah Pengantar;
  6. Paradigma Baru Pendidikan Pancasila untuk Mahasiswa;
  7. Tiga Undang-Undang Dasar di Indonesia;
  8. Konsep Dasar Pendidikan Kewarganegaraan;
  9. Pemimpin Berkarakter Pancasila;
  10. Kedudukan dan Fungsi Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia;
  11. Indonesia Baru.

Penghargaan:

1.Satyalancana Karya Satya XX Tahun, tahun 2008, dari Presiden Republik Indonesia;

2.Penulis Buku terbaik tingkat nasional tahun 2012, judul Model-model Pembelajaran Inovatif , tahun 2012 dari Perpustakaan Nasional.

PROF. DR. H. TUKIRAN TANIREDJA, M.M.

GURU BESAR KOPERTIS WIL VI JATENG dpk. UNIV.MUH. PWT.

-DOSEN PASCASARJANA UNSOED

-DOSEN PASCA SARJANA UMP

-KETUA KOALISI KEPENDUDUKAN BMS

-KETUA PEMBINA ISPI BANYUMAS

-KETUA PKPK UMP

-KETUA LPPM UMP

-PENGURUS ISPI JATENG

 

Buktikan bahwa kita tetap Bhineka Tunggal Ika

GARUDA PANCASILA

GARUDA PANCASILA

AKULAH PENDUKUNGMU

PATRIOT PROKLAMASI

SEDIA BERKORBAN UNTUKMU

PANCASILA DASAR NEGARA

RAKYAT ADIL MAKMUR SENTOSA

PRIBADI BANGSAKU

AYO MAJU MAJU

AYO MAJU MAJU

AYO MAJU MAJU

KEPRIHATINAN TENTANG PANCASILA PASCA REFORMASI

  • Semenjak digulirkan reformasi di negara kita, terdapat beberapa keprihatinan yang dirasakan tentang makna Pancasila bagi bangsa dan Negara Indonesia. Salah satunya Pancasila sebagai ideologi bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara menjadi terpinggirkan.

HABIBIE

  • Pancasila seolah tenggelam dalam pusaran sejarah masa lalu yang tidak lagi relevan untuk disertakan dalam dialektika reformasi. Pancasila seolah hilang dari memori kolektif bangsa. Pancasila semakin jarang diucapkan, dikutip dibahas, dan apalagi diterapkan, baik dalam konteks ketatanegaraan, kebangsaan maupun kemasyarakatan. Pancasila seperti tersandar di sebuah lorong sunyi, justru di tengah denyut kehidupan, bangsa Indonesia yang semakin hiruk pikuk demokrasi dan kehidupan berpolitik.

KEPRIHATINAN TENTANG PANCASILA PASCA REFORMASI

  • Dalam pidato-pidato resmi. para pejabat menjadi phobi dan malu untuk mengucapkan Pancasila.
  • Anak-anak sekolah tidak lagi mengenal bunyi dan urutan Pancasila, apalagi nilai-nilai Pancasila.
  • Bahkan kampus-kampus yang notabene sarat para cendekiawan pun berkembang kecenderungan untuk menafikan Pancasila.

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

  • Apakah Pancasila sebagai dasar negara dilupakan dan ditinggalkan? Apakah arah perjalanan bangsa ini menyimpang? Apakah kehidupan bernegara kita sekarang ini tidak kokoh? Apakah ekses dari reformasi dan demokrasi terlalu besar dan terlalu mahal? Dan apa yang kita harapkan dari Pancasila dalam menjawab tantangan bangsa dan tantangan global yang kian besar dewasa ini?

EDDY SIREGAR, SEKJEN MPR

  • Sejak reformasi 1998, dengan dicabutnya ketetapan MPR No. II/MPR/1978 tentang P4 pada sidang istimewa MPR 1998, Pancasila menjadi semacam ketabuan dan barang aneh. Dalam beberapa tahun kemudian, nilai-nilai luhur Pancasila mulai dilupakan orang.

Try Soetrisno ( 2006:20-21)

  • Lebih menyakitkan lagi, Pancasila malahan telah dijadikan kambing hitam dari semua permasalahan dan kekurangberhasilan atas pengelolaan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan negeri ini. Pancasila bahkan disalahkan dan dituding sebagai penyebab terpuruknya negeri ini pasca krisis moneter tahun 1997.

Megawati Soekarnoputri (2006:83)

  • Kalau kusut di ujung, kembalilah ke pangkal. Saya kira untuk mengatasi kompleksitas masalah yang sedang kita hadapi, apalagi yang bagaikan tiada ujung pangkalnya itu, kita perlu merujuk pada dalil-dalil dasar negara yang menjadi landasan dasar pembentukan bangsa dan negara ini. Mungkin sekali secara sadar atau tidak, kita telah banyak menyimpang dari visi dan misi yang telah diletakkan oleh para pendiri negara ini lebih dari setengan abad yang lalu”.

DR. SAMSURI, UNY

  • ” Sungguh aneh, Pancasila yang selama rejim Soeharto berkuasa selalu menjadi pemanis pidato-pidato, ceramah-ceramah, materi cerdas cermat, lomba-lomba, kidung macapat, lagu kasidah, bahkan untuk penataran di sarang-sarang pelacuran, tetapi setelah rejim tersebut runtuh, Pancasila menjadi “impoten”, tidak memiliki keperkasaan, tidak memiliki “karomah” (kemuliaan), dipinggirkan dan disingkirkan dalam komunikasi bangsa sehari-hari”.

PANCASILA DIKAGUMI DI LUAR NEGERI

  • Sebaliknya Pancasila justru sangat dikagumi oleh tokoh-tokoh di luar negeri. Sebagai contoh, Yaman ketika baru saja lepas dari bentuk monarki, para pemimpin muda Yaman menjadikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai pembanding sebelum menentukan dasar negara mereka.
  • Dr. Izzat Mufti, seorang intelektual dan pejabat tinggi Arab Saudi sangat memuji Pancasila. Ia menyatakan,”Pancasila telah menjadi bingkai persatuan bangsa Indonesia. Berbeda dengan bangsa Arab, meskipun mempunyai kesamaan budaya dan bahasa tetapi terkotak-kotak lebih dari 20 negara” (Ali, 2009: xi-xii).
  • Mufti Syria, Syekh Ahmad Kaftaru sangat mengagumi Pancasila. Ia menyatakan kagum terhadap Indonesia. Penduduk Indonesia berperilaku sangat santun dan bersahaja, murah senyum, memberi hormat kepada orang yang baru dikenal dengan membungkukkan badan, terkenal toleran dan terpancar kesabaran serta tutur bicara yang halus.
  • Ia merasa malu dengan dunia Arab yang tercerai berai dan saling bermusuhan. Seharusnya orang Arab memberi contoh kepada orang ajam (non Arab), karena telah lebih dahulu mengenal budaya Islam. Namun sayang, di era reformasi, Pancasila yang saya kagumi dipersoalkan oleh sejumlah anak bangsa. Saat terjadi krisis yang mengakibatkan keterpurukan di hampir semua kehidupan, Pancasila dijadikan kambing hitam.

JADIKAN BENTENG PANCASILA

  • Tidak mustahil dengan melemahnya pengamalan Pancasila, akan bermunculan ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila, termasuk munculnya Komuisme di negara kita. Kita harus waspada. Jadikan fungsi Pancasila landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

BELA NEGARA

Pertahanan Dan Keamanan Negara
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.
(2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Indonesia Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.
Dalam penyelenggaraan pertahanan negara setiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara sebagai pencerminan kehidupan kebangsaan yang menjamin hak-hak warga negara untuk hidup setara, adil, aman, damai, dan sejahtera;

INDONESIA TANAH AIR BETA

INDONESIA TANAH AIR BETA

PUSAKA ABADI NAN JAYA

INDONESIA SEJAK DULU KALA

SLALU DIPUJA-PUJA BANGSA

DI SANA TEMPAT LAHIR BETA

DIBELAI DIBESARKAN BUNDA

TEMPAT BERLINDUNG DI HARI TUA

SAMPAI AKHIR MENUTUP MATA

 

CENDRAWASIH DARI PAPUA

TERIMA KASIH MOHON DOA

KETUPAT DIPUNSIRAM SANTEN

WUUAH UUENAK TENAN

BILIH LEPAT NYUWUN NGAPUNTEN