Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya bagi Masyarakat

Sabtu, 25 April 2026 | 486 Kali
Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial dan Budaya bagi Masyarakat

BAKESBANGPOL ; 25 April 2026 DPRD Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Pemantapan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya bagi Masyarakat pada Sabtu (25/4/2026). Acara ini berlangsung di dua lokasi, yakni Aula Kecamatan Purwokerto Utara pada pagi hari dan Aula Kecamatan Purwokerto Timur pada siang hari.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, yaitu Setya Ari Nugroho, S.H., Dr. Agus Wijayanto, S.H., M.Kn., H. Moch. Ichwan, S.H., M.M., serta Zaki Mubarok. Diskusi dipandu oleh Raden Hermawan, S.Sos., Kepala Bidang Ideologi Wasbang dan Ketahanan Ekososbud, Agama Bakesbangpol Kabupaten Banyumas.

Peserta terdiri dari elemen mahasiswa serta para pelaku UMKM di wilayah Purwokerto Utara dan Purwokerto Timur. Kehadiran kedua kelompok ini dinilai strategis karena mahasiswa merupakan agen perubahan sosial, sementara UMKM menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Tujuan utama kegiatan ini adalah:

  • Ekonomi: Memperkuat daya saing UMKM, mendorong inovasi, dan memperluas jejaring usaha.

  • Sosial: Menumbuhkan solidaritas masyarakat serta memperkuat peran mahasiswa dalam menjaga stabilitas sosial.

  • Budaya: Melestarikan nilai-nilai lokal dan memperkuat identitas kebangsaan.

  • Ideologi: Menanamkan wawasan kebangsaan agar masyarakat lebih tangguh menghadapi pengaruh globalisasi.

Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan pelaku usaha dalam menjaga ketahanan daerah.

Sesi materi kemudian diisi oleh para narasumber dengan topik beragam:

  • Hukum dan Kebijakan: Pentingnya regulasi yang berpihak pada UMKM.

  • Ekonomi: Strategi menghadapi tantangan global dan digitalisasi usaha.

  • Sosial dan Budaya: Peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai lokal.

  • Ideologi Kebangsaan: Upaya memperkuat persatuan di tengah arus globalisasi.

Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar kebijakan pemerintah, tantangan UMKM, hingga peran mahasiswa dalam menjaga ketahanan sosial budaya.

Moderator menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya forum diskusi, tetapi juga langkah nyata dalam membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Harapannya, hasil kegiatan dapat ditindaklanjuti dengan program-program konkret yang mendukung penguatan ekonomi lokal, memperkokoh nilai budaya, serta memperkuat ideologi kebangsaan.

Related Posts

Komentar