Jika Berbuat Jahat Lagi, Polda Jateng Bakal Tembak Napi Asimilasi

Senin, 20 April 2020 | 1889 Kali
Jika Berbuat Jahat Lagi, Polda Jateng Bakal Tembak Napi Asimilasi

BAKESBANGPOL - Polda Jawa Tengah atau Jateng menyatakan akan melakukan tembak di tempat narapidana atau napi asimilasi yang kembali berbuat jahat. Pembebasan asimilasi sebaiknya dimanfaatkan napi untuk berbuat kebajikan.

Hal itu dilakukan menyusul maraknya napi asimilasi yang kembali melakukan kejahatan di tengah pandemi virus corona. Merespons hal itu, Polda Jateng memerintahkan jajarannya melakukan tembak di tempat untuk melumpuhkan napi asimilasi tersebut.

"Saat ini kami tetap melakukan pengawasan ketat terhadap napi asimilasi itu. Pengawasan dilakukan baik di tingkat polres, polsek, hingga Babinkamtibmas di tingkat desa dan keluarahan," ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Iskandar F. Sutisna, dalam keterangan resminya.

Iskandar menilai pembebasan yang diperoleh napi melalui program asimilasi akibat pandemi Covid-19, harusnya dipergunakan dengan baik. Napi asimilasi seharusnya menjalani masa pembebasannya untuk melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi lingkungan.

Namun, tak jarang kesempatan bebas itu justru dimanfaatkan beberapa napi asimilasi untuk kembali berbuat kejahatan.

Bahkan, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, setidaknya ada 12 napi yang kembali berulah setelah dibebaskan melalui program asimilasi itu.

"Apabila mereka melakukan tindak kejahatan lagi, maka kami akan lakukan tindakan tegas dan terukur. Bahkan, kalau sangat meresahkan masyarakat dan melukai masyarakat, kita ambil tindakan tembak di tempat untuk melumpuhkan pelaku kejahatan," kata Iskandar.

Program asimilasi kepada napi yang menjalani tahanan ini dikeluarkan pemerintah guna mengurangi persebaran virus corona.

Di Jateng, ada sekitar 2.000 lebih napi yang menghuni sejumlah tahanan dibebaskan melalui progam asimilasi itu. Mereka yang dibebaskan merupakan napi tindak pidana umum yang telah memenuhi persyaratan.

Diterbitkan Jumat, 17/04/2020 - 10:29 WIB
oleh Solopos.com/Imam Yuda Saputra

 

Related Posts

Font
Selasa, 17 Oktober 2017

Komentar